Skip to main content

Tips untuk Mencegah Anak Kecanduan Bermain Gadget

Tips untuk Mencegah Anak Kecanduan Bermain Gadget

Tips untuk Mencegah Anak Kecanduan Bermain Gadget - Aktivitas anak di periode wabah Covid-19 ini banyak dilaksanakan secara daring (online). Sementara, aktivitas di luar rumah (outing) terbatasi. Ini jadikan sikap anak berbeda dengan adanya banyak screen time (waktu memandang monitor).

Sering di muka monitor, bisa jadikan anak ketagihan gawai (gadget). Baik itu gaming, melihat atau berseluncur di media sosial.

Salah seseorang tua, sebutlah saja Zakiyah, menjelaskan memerlukan kesetimbangan di antara screen outing dan time. Ini, ucapnya, bisa mengubah anak dari ketergantungan gawai.

Zakiyah sendiri mempunyai empat anak yang duduk di tingkatan TK sampai SMA dan semuanya masih belajar secara daring. Dalam soal screen time, dia dan anak-anaknya membuat persetujuan berkaitan agenda saat di muka monitor.

Dia menjelaskan, anak-anaknya cuman memandang monitor saat aktivitas belajar mengajarkan daring. Hingga, screen time bisa dikurangi selesai proses belajar daring.

"Sesudah (shalat) subuh, harus ada persetujuan berkaitan daring, bagaimana mereka terhubung screen baik netbook atau HP dan itu cuman di saat mereka ada agenda sekolah. Tiap pagi kami bergabung, apa agenda hari ini. Misalkan jam demikian sang Adek ada zoom, jam demikian sang Kakak Google Classroom," kata Zakiyah.

Zakiyah mengikutsertakan anak-anaknya untuk beraktivitas di luar rumah. Tetapi, aktivitas ini cuman dilaksanakan di tempat seputar rumah ingat wabah Covid-19.

Bermacam aktivitas dilaksanakan bersama anak-anaknya, dimulai dari budidaya ikan sampai aktivitas menanam. Anak-anaknya diikutsertakan untuk menjaga dan lakukan pengecekan secara rutin.

"Disana selanjutnya agendanya jadi bisa selang-seling. Bahkan juga mereka bahasanya tidak istirahat, justri di saat jam-jam istirahat itu mereka harus memeriksa beberapa tanaman dan ikan-ikannya. Kemudian kembali on screen kembali," tutur Zakiyah.

Anak sulung dan ke-2 , diikutsertakan dalam budidaya ikan. Bahkan juga, kata Zakiyah, anak-anaknya dibantu untuk lebih produktif seperti jual ikan yang telah dibudidayakan dalam situs berbelanja online (e-commerce).

Zakiyah menerangkan, lingkungan rumahnya memberikan dukungan anaknya untuk beraktivitas di luar rumah. Dia kerap ajak anak-anaknya untuk memancing di sungai yang berada di dekat rumahnya.

"Kebenaran anak saya lelaki semua, aktivitas on screen usai umumnya mereka memancing ikan. Cari Kotes, cari snakehead yang booming. Ini yang selanjutnya mereka piara, dicari berwarna selanjutnya di titik tertentu menjualkan itu lewat cara online," kata dia.

Bukan hanya itu, anak-anaknya diikutsertakan dalam pekerjaan rumah. Seperti aktivitas mengolah, bersihkan rumah sampai membersihkan piring.

Dia memberi agenda yang teratur ke anaknya dalam lakukan pekerjaan rumah. Hingga, setiap anak mempunyai pekerjaan masing-masing.

Menurut dia, hal itu dilaksanakan sebagai salah satunya untuk pengokohan watak anak yang dibuat semenjak dini. Ajak anak dalam bermacam aktivitas ini, kata Zakiyah, bisa hilangkan rasa jemu di dalam rumah dan menghindari anak dari ketagihan gawai.

"Harus diikutsertakan anak dalam semua aktivitas seperti umurnya. Aktivitas outing dan aktivitas di rumah dibutuhkan agar ada kesetimbangan dan tidak terlilit dengan game atau on screen," kata Zahiyah.